
Oleh author
•1 Februari 2026
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras (Leri) + Molase
Pupuk organik cair dari air cucian beras atau leri adalah limbah dapur yang sering dibuang padahal mengandung nutrisi tinggi untuk tanaman. Air cucian beras mengandung kalium, kalsium, dan magnesium yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Dengan tambahan molase sebagai sumber energi fermentasi, Anda bisa mengubah limbah menjadi emas cair untuk tanaman. Cara membuat pupuk organik cair ini sangat mudah, murah, dan ramah lingkungan untuk ibu rumah tangga yang ingin berkebun produktif.
Kenapa Air Cucian Beras Disebut Limbah Emas
Air cucian beras mengandung nutrisi yang terlarut dari beras seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur. Aplikasi air cucian beras yang difermentasi 3 hari efektif sebagai pupuk tanaman sayuran. Air cucian beras yang difermentasi meningkatkan populasi bakteri tanah dibanding pupuk kimia.
Fermentasi meningkatkan konsentrasi nutrisi karena aktivitas bakteri pengurai. Pupuk dari air cucian beras juga memperbaiki struktur tanah, meningkatkan retensi air, dan mengaktifkan kehidupan biologis tanah. Limbah yang tadinya terbuang sia-sia kini menjadi aset berharga untuk kebun produktif.
Bahan dan Alat yang Dibutuhkan
Bahan Utama
Air cucian beras 5 liter dari cucian pertama atau kedua. Cucian pertama mengandung nutrisi paling tinggi karena lapisan luar beras paling banyak larut. Molase atau gula merah cair 100 ml sebagai sumber energi untuk fermentasi . Takaran ini setara dengan 2% dari volume air cucian beras untuk hasil fermentasi optimal.
Alat yang Diperlukan
Jerigen atau wadah plastik 10 liter dengan tutup yang bisa dibuka tutup. Hindari wadah logam karena bisa bereaksi dengan asam hasil fermentasi. Kain atau karet gelang untuk menutup jerigen agar gas bisa keluar tetapi serangga tidak masuk. Sendok atau pengaduk kayu untuk mencampur bahan.
Langkah Membuat Pupuk Organik Cair
Persiapan Bahan
Kumpulkan air cucian beras setiap kali Anda mencuci beras untuk memasak. Simpan dalam wadah tertutup di tempat teduh jika belum mencapai 5 liter. Gunakan air cucian beras maksimal 2 hari setelah mencuci agar tidak busuk sebelum difermentasi. Pastikan air cucian beras tidak tercampur sabun atau bahan kimia lainnya.
Proses Fermentasi
Tuang 5 liter air cucian beras ke dalam jerigen bersih. Tambahkan 100 ml molase atau gula merah cair yang sudah dilarutkan sedikit air hangat. Aduk rata hingga molase tercampur sempurna dengan air cucian beras. Tutup jerigen dengan kain atau tutup yang agak longgar agar gas fermentasi bisa keluar. Simpan jerigen di tempat teduh dan sejuk selama 3 hari untuk fermentasi optimal.
Tanda Fermentasi Berhasil
Setelah 3 hari, buka jerigen dan cek aromanya. Aroma asam segar seperti tape menandakan fermentasi berhasil. Warna air cucian beras berubah menjadi lebih keruh kekuningan. Jika muncul bau busuk menyengat, berarti fermentasi gagal dan harus dibuang.
Pupuk organik cair yang berhasil difermentasi siap digunakan untuk menyiram tanaman. Anda bisa langsung aplikasikan atau simpan maksimal 2 minggu di tempat sejuk.
Cara Aplikasi untuk Hasil Maksimal
Dosis dan Frekuensi
Encerkan pupuk organik cair dengan air bersih perbandingan 1:5 atau 1 liter pupuk dengan 5 liter air. Untuk tanaman hias dalam pot gunakan 200 ml larutan per pot ukuran sedang. Aplikasikan setiap 7-10 hari pada pagi atau sore hari.
Siram ke tanah di sekitar perakaran tanaman, hindari menyiram langsung ke batang atau daun. Untuk tanaman sayuran, aplikasikan sejak fase vegetatif hingga sebelum panen. Untuk tanaman buah, intensifkan aplikasi saat fase pembungaan dan pembuahan.
Tingkatkan Efektivitas dengan RajaBio
Untuk hasil lebih maksimal, Anda bisa mengombinasikan pupuk organik cair buatan sendiri dengan RajaBio dari PT Centra Biotech Indonesia. RajaBio mengandung konsorsium bakteri pengurai organik yang mempercepat fermentasi dan meningkatkan ketersediaan nutrisi. Cukup tambahkan 10 ml RajaBio ke dalam 5 liter air cucian beras saat proses fermentasi.
RajaBio akan mengaktifkan fermentasi lebih sempurna dan menghasilkan pupuk organik cair dengan kandungan nutrisi lebih tinggi. RajaBio juga mengandung hormon pertumbuhan alami dan asam amino lengkap yang tidak ada dalam air cucian beras biasa. Kombinasi ini terbukti meningkatkan hasil panen dibanding hanya menggunakan pupuk organik cair biasa.
Wujudkan Kebun Produktif dari Limbah Dapur
Membuat pupuk organik cair dari air cucian beras adalah langkah sederhana menuju pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pupuk mahal karena limbah dapur bisa diubah menjadi emas cair. Dengan tambahan molase dan fermentasi 3 hari, pupuk organik cair buatan sendiri setara kualitasnya dengan pupuk komersial.
Tingkatkan hasil kebun Anda dengan mengombinasikan pupuk organik cair buatan sendiri dan RajaBio. Hubungi PT Centra Biotech Indonesia untuk konsultasi dan pemesanan RajaBio melalui wa.me/6285183284691 atau [email protected] .
Konsultasikan kebutuhan pertanian, peternakan, atau perikanan Anda dengan tim ahli kami.