
Oleh Author
•3 Januari 2026
Pupuk hayati hadir dalam berbagai jenis dengan fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Setiap jenis pupuk hayati mengandung mikroorganisme spesifik yang dirancang untuk mengatasi permasalahan tertentu dalam pertanian. Memahami jenis-jenis pupuk hayati akan membantu Anda memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.
Dalam panduan komprehensif ini, kami akan membahas 15 jenis pupuk hayati yang paling populer dan efektif digunakan dalam pertanian Indonesia. Setiap jenis akan dijelaskan secara detail mencakup mikroorganisme yang terkandung, mekanisme kerja, manfaat, dan rekomendasi penggunaannya.
Secara umum, pupuk hayati dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok utama berdasarkan fungsinya:
Rhizobium adalah bakteri penambat nitrogen yang membentuk simbiosis dengan tanaman leguminosa (kacang-kacangan). Bakteri ini membentuk bintil akar (nodul) yang menjadi tempat proses fiksasi nitrogen berlangsung. Satu gram bintil akar aktif dapat mengandung miliaran sel Rhizobium.
Rhizobium menginfeksi rambut akar tanaman legum dan merangsang pembentukan bintil akar. Di dalam bintil, bakteri mengubah nitrogen atmosfer (N2) menjadi amonia (NH3) menggunakan enzim nitrogenase. Amonia kemudian dikonversi menjadi asam amino yang digunakan tanaman untuk pertumbuhan.
Kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, buncis, dan tanaman legum lainnya. Setiap spesies tanaman membutuhkan strain Rhizobium yang spesifik.
Azotobacter adalah bakteri penambat nitrogen bebas (non-simbiotik) yang hidup di rizosfer tanaman. Berbeda dengan Rhizobium, Azotobacter tidak memerlukan tanaman inang spesifik dan dapat berasosiasi dengan berbagai jenis tanaman.
PT Centra Biotech Indonesia memproduksi pupuk hayati Azotobacter dengan konsentrasi tinggi (>10^8 CFU/ml) untuk hasil optimal.
Azospirillum adalah bakteri penambat nitrogen yang sangat efektif untuk tanaman serealia seperti padi, jagung, gandum, dan tebu. Bakteri ini hidup di permukaan akar (rhizoplane) dan dapat masuk ke dalam jaringan akar (endofitik).
Berbagai penelitian menunjukkan inokulasi Azospirillum dapat meningkatkan hasil panen padi 10-20%, jagung 15-25%, dan tebu 10-15%. Peningkatan ini tidak hanya dari fiksasi nitrogen tetapi juga dari produksi fitohormon yang merangsang pertumbuhan akar.
Pupuk hayati pelarut fosfat mengandung bakteri seperti Pseudomonas fluorescens dan Bacillus megaterium yang mampu melarutkan fosfat terikat di tanah. Di Indonesia, sekitar 70% tanah pertanian memiliki ketersediaan fosfor rendah karena terikat dengan Al, Fe, atau Ca.
Bakteri pelarut fosfat menghasilkan asam organik (asam sitrat, oksalat, glukonat) yang menurunkan pH di sekitar partikel tanah dan melepaskan fosfat terikat. Selain itu, bakteri juga menghasilkan enzim fosfatase yang menghidrolisis fosfat organik.
Mikoriza Vesikular-Arbuskular (VAM) adalah jamur yang membentuk simbiosis dengan akar lebih dari 90% tanaman darat. Hifa jamur memperluas sistem perakaran hingga 100 kali lipat, meningkatkan kemampuan tanaman menyerap air dan hara.
Trichoderma adalah jamur antagonis yang berfungsi ganda sebagai agen biokontrol dan dekomposer. Jamur ini sangat efektif mengendalikan berbagai patogen tanaman seperti Fusarium, Rhizoctonia, Sclerotium, dan Phytophthora.
PT Centra Biotech Indonesia memproduksi Trichoderma harzianum dan Trichoderma viride dengan kerapatan spora tinggi untuk aplikasi di berbagai tanaman.
Beauveria bassiana adalah jamur entomopatogen yang efektif mengendalikan berbagai hama serangga. Meskipun lebih tepat disebut bioinsektisida, produk ini sering dikategorikan sebagai pupuk hayati karena kemasannya yang serupa.
Metarhizium anisopliae adalah jamur entomopatogen yang efektif mengendalikan hama tanah seperti uret, rayap, dan larva kumbang. Jamur ini sangat cocok untuk tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, karet, dan tebu.
Bacillus thuringiensis atau Bt adalah bakteri yang menghasilkan protein kristal insektisidal (Cry protein). Produk berbasis Bt sangat populer untuk mengendalikan ulat atau larva Lepidoptera.
PGPR adalah istilah umum untuk bakteri rizosfer yang merangsang pertumbuhan tanaman melalui berbagai mekanisme. Produk PGPR biasanya berisi konsorsium bakteri dengan fungsi yang saling melengkapi.
Selain 10 jenis di atas, masih ada beberapa jenis pupuk hayati lain yang juga penting:
Pemilihan jenis pupuk hayati harus disesuaikan dengan:
PT Centra Biotech Indonesia menyediakan berbagai jenis pupuk hayati dengan kualitas terjamin. Kami memiliki laboratorium mikrobiologi modern dan tim ahli berpengalaman yang siap membantu Anda memilih produk yang tepat.
Untuk padi, kombinasi Azospirillum (penambat nitrogen) + Pseudomonas (pelarut fosfat) + Trichoderma (biokontrol) memberikan hasil terbaik. Kombinasi ini meningkatkan hasil panen, mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan menekan serangan penyakit blast.
Ya, berbagai jenis pupuk hayati dapat dikombinasikan karena mikroorganismenya tidak saling mengganggu. Bahkan, kombinasi beberapa jenis sering memberikan efek sinergis yang lebih baik dari penggunaan tunggal.
Harga pupuk hayati bervariasi tergantung jenis dan konsentrasi mikroorganisme. Untuk informasi harga terbaru dan pemesanan, hubungi PT Centra Biotech Indonesia di 0851 8328 4691 atau email centrabioindo@gmail.com.
Berbagai jenis pupuk hayati tersedia untuk memenuhi kebutuhan pertanian modern. Pemilihan jenis yang tepat sesuai tanaman dan masalah yang dihadapi akan memberikan hasil optimal. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan ahli di PT Centra Biotech Indonesia untuk mendapatkan rekomendasi produk terbaik.
Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis: Telp 0851 8328 4691 | Email centrabioindo@gmail.com | Alamat: Griya Lusah Pratama B6, Klaten, Jawa Tengah 47525.