
Oleh Author
•14 Februari 2026
Penyakit MBV (Monodon Baculovirus) adalah infeksi virus yang menyerang udang, terutama udang windu (Penaeus monodon), menyebabkan kerusakan hepatopankreas, pertumbuhan terhambat, dan kematian tinggi. Virus ini menular melalui air, pakan, atau kontak langsung, dan sering muncul saat kondisi lingkungan tambak buruk.
Probiotik efektif mengatasi penyakit MBV pada udang karena mengandung mikroba menguntungkan yang meningkatkan kesehatan udang dan lingkungan tambak. Mikroba ini bersaing dengan patogen, menghasilkan senyawa antimikroba, dan memperkuat sistem imun udang, sehingga mengurangi kerentanan terhadap infeksi virus seperti MBV.
Penggunaan probiotik untuk mengatasi penyakit MBV pada udang menjadi solusi alami yang ramah lingkungan. Dibandingkan bahan kimia, probiotik tidak meninggalkan residu berbahaya dan mendukung keberlanjutan budidaya.
Produk seperti BioJagat dari Centra Biotech dirancang khusus untuk perikanan. Probiotik ini mengandung konsorsium bakteri menguntungkan yang terbukti membantu mengendalikan penyakit MBV pada udang.
Probiotik bekerja melalui beberapa mekanisme untuk melawan penyakit MBV pada udang. Pertama, mikroba probiotik mengkolonisasi saluran pencernaan udang dan menghambat pertumbuhan patogen.
Kedua, probiotik menghasilkan enzim dan senyawa yang meningkatkan pencernaan pakan. Ini membantu udang menyerap nutrisi lebih baik, sehingga sistem imunnya lebih kuat melawan infeksi MBV.
Ketiga, probiotik memperbaiki kualitas air tambak dengan mendegradasi bahan organik. Lingkungan yang bersih mengurangi stres pada udang dan menekan penyebaran virus MBV.
Probiotik untuk mengatasi penyakit MBV pada udang memberikan manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat langsung termasuk peningkatan sistem imun udang, sementara manfaat tidak langsung meliputi perbaikan lingkungan budidaya.
Dengan menggunakan probiotik seperti BioJagat, petani dapat mengurangi ketergantungan pada antibiotik. Ini penting untuk mencegah resistensi antibiotik dan menjaga kualitas produk udang.
Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi probiotik secara rutin dapat menurunkan insiden penyakit MBV pada udang hingga 40%. Probiotik membantu mempertahankan populasi udang yang sehat meski ada ancaman virus di lingkungan.
Dalam sebuah uji coba di tambak udang windu, penggunaan probiotik BioJagat meningkatkan kelangsungan hidup udang dari 60% menjadi 85% selama wabah MBV. Ini membuktikan efektivitas probiotik dalam mengendalikan penyakit MBV pada udang.
Aplikasi probiotik untuk mengatasi penyakit MBV pada udang memerlukan teknik yang tepat. Berikut panduan langkah demi langkah yang dapat diikuti petani.
Langkah pertama adalah menyiapkan probiotik sesuai petunjuk. Untuk BioJagat, encerkan dengan air bersih dan diamkan selama 15-30 menit sebelum diaplikasikan. Ini mengaktifkan mikroba dalam probiotik.
Aplikasi ke air tambak dilakukan dengan menyemprotkan probiotik secara merata. Dosis umum adalah 1-2 liter per hektar, tergantung kepadatan udang dan tingkat keparahan MBV. Lakukan pada pagi atau sore hari untuk hasil optimal.
Pemberian melalui pakan dapat meningkatkan efektivitas probiotik untuk mengatasi penyakit MBV pada udang. Campurkan probiotik dengan pakan sebelum diberikan, dengan dosis 5-10 ml per kg pakan.
Untuk pencegahan, aplikasi probiotik seminggu sekali sudah cukup. Namun, jika udang sudah menunjukkan gejala MBV, frekuensi dapat ditingkatkan menjadi 2-3 kali seminggu sampai kondisi membaik.
Selalu pantau parameter air seperti pH, amonia, dan oksigen terlarut selama perawatan. Probiotik bekerja lebih baik dalam kondisi air yang stabil, sehingga mendukung pemulihan udang dari MBV.
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Berikut tips menggunakan probiotik untuk mencegah penyakit MBV pada udang sejak dini.
Probiotik untuk mengatasi penyakit MBV pada udang juga efektif sebagai tindakan pencegahan. Dengan menjaga keseimbangan mikroba di tambak, risiko wabah MBV dapat diminimalkan.
Selain itu, pastikan benur udang berasal dari sumber yang bebas MBV. Probiotik dapat membantu adaptasi benur di lingkungan baru dan mengurangi stres yang memicu infeksi.
Probiotik bekerja optimal ketika diintegrasikan dengan praktik budidaya yang baik. Ini termasuk pengelolaan kualitas air, pemberian pakan berkualitas, dan kontrol kepadatan tebar.
Dengan pendekatan holistik, probiotik untuk mengatasi penyakit MBV pada udang dapat memberikan hasil yang maksimal. Petani akan melihat peningkatan produktivitas dan profitabilitas tambak.
Gejala udang terkena MBV meliputi pertumbuhan lambat, nafsu makan menurun, warna hepatopankreas memutih, dan kematian mendadak. Pada kasus parah, udang menjadi lemah dan mudah terserang infeksi sekunder.
Probiotik mulai bekerja dalam 24-48 jam setelah aplikasi, dengan perbaikan gejala terlihat dalam 1-2 minggu. Untuk hasil optimal, aplikasi rutin diperlukan selama 3-4 minggu sampai udang pulih sepenuhnya.
Ya, probiotik seperti BioJagat aman karena terbuat dari mikroba alami yang tidak berbahaya. Probiotik ramah lingkungan, tidak meninggalkan residu kimia, dan mendukung ekosistem tambak yang sehat.
Probiotik umumnya dapat digunakan bersama obat lain, tetapi beri jarak waktu 2-3 hari antara aplikasi probiotik dan bahan kimia agar tidak saling mengganggu. Konsultasikan dengan ahli untuk rekomendasi spesifik.
Probiotik untuk mengatasi penyakit MBV pada udang seperti BioJagat tersedia melalui Centra Biotech Indonesia. Kunjungi halaman produk perikanan kami untuk informasi lebih lanjut tentang produk dan pembelian.
Baca Juga: Untuk solusi pertanian organik, kunjungi halaman produk pertanian kami. Pelajari lebih banyak tentang bioteknologi di tentang kami atau baca artikel lainnya di blog kami.
Konsultasikan kebutuhan pertanian, peternakan, atau perikanan Anda dengan tim ahli kami.