
Oleh Author
•23 Februari 2026
Pertanian dan SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) adalah hubungan simbiosis di mana praktik pertanian berkelanjutan mendukung pencapaian 17 tujuan global PBB untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan kesejahteraan semua orang pada 2030. Pertanian berkontribusi langsung pada SDGs seperti tanpa kelaparan, kehidupan di darat, dan pertumbuhan ekonomi, melalui produksi pangan, pengelolaan sumber daya, dan pemberdayaan masyarakat pedesaan.
Pertanian memainkan peran kunci dalam mendukung berbagai SDGs. Berikut adalah lima kontribusi utama yang dapat dioptimalkan melalui praktik berkelanjutan.
Di Indonesia, petani dapat menerapkan rotasi tanaman untuk mendukung SDG 2 dan 15, sementara penggunaan pupuk hayati seperti FloraOne membantu mencapai SDG 12 dan 13 dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia dan meningkatkan kesehatan tanah.
Teknologi pertanian modern, termasuk bioteknologi dan pertanian presisi, mempercepat kontribusi pertanian terhadap SDGs dengan meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan.
Dengan mengadopsi teknologi ini, petani tidak hanya meningkatkan hasil panen tetapi juga berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan secara lebih efektif.
Indonesia menghadapi tantangan seperti degradasi lahan, perubahan iklim, dan ketergantungan pada input kimia dalam mencapai pertanian berkelanjutan yang mendukung SDGs.
Dengan solusi berbasis teknologi dan kebijakan yang tepat, Indonesia dapat mengatasi tantangan ini dan memaksimalkan peran pertanian dalam SDGs.
Petani dapat mengambil langkah konkret untuk berkontribusi pada SDGs melalui praktik sehari-hari yang sederhana namun berdampak besar.
Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga memastikan pertanian berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Pertanian berkontribusi langsung pada SDGs seperti tanpa kelaparan (SDG 2), pekerjaan layak (SDG 8), dan kehidupan di darat (SDG 15) melalui produksi pangan, penciptaan lapangan kerja, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.
FloraOne, sebagai pupuk hayati, mendukung SDG 2 dengan meningkatkan hasil panen, SDG 12 dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, dan SDG 15 dengan meningkatkan kesehatan tanah dan biodiversitas melalui mikroba menguntungkan.
Tantangan utama termasuk degradasi lahan, perubahan iklim, dan akses terbatas ke teknologi. Solusinya melibatkan adopsi praktik seperti penggunaan pupuk hayati, konservasi air, dan pelatihan petani.
Petani kecil dapat berkontribusi dengan menggunakan pupuk organik, menerapkan rotasi tanaman, mengurangi limbah, dan bergabung dalam koperasi untuk meningkatkan akses pasar dan pengetahuan berkelanjutan.
Pemerintah dapat mendukung melalui kebijakan yang mempromosikan pertanian berkelanjutan, subsidi untuk teknologi ramah lingkungan, dan program pelatihan yang meningkatkan kapasitas petani dalam mencapai target SDGs.
Baca Juga: Untuk informasi lebih lanjut tentang produk pertanian berkelanjutan seperti FloraOne, kunjungi halaman produk pertanian kami. Jelajahi juga produk peternakan dan tentang kami untuk memahami visi Centra Biotech dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Konsultasikan kebutuhan pertanian, peternakan, atau perikanan Anda dengan tim ahli kami.