
Oleh Author
•3 Januari 2026
Padi adalah komoditas pangan utama Indonesia dengan luas tanam lebih dari 10 juta hektar per tahun. Produktivitas padi nasional masih berkisar 5-6 ton per hektar, jauh di bawah potensi hasil yang bisa mencapai 10-12 ton per hektar. Salah satu faktor penghambat adalah kondisi tanah sawah yang semakin menurun kesuburannya akibat penggunaan pupuk kimia terus-menerus.
Pupuk hayati hadir sebagai solusi untuk memperbaiki kondisi tanah sekaligus meningkatkan efisiensi pemupukan. Berbagai penelitian menunjukkan aplikasi pupuk hayati pada padi dapat meningkatkan hasil panen 15-30% dengan pengurangan pupuk kimia hingga 50%.
Sebelum membahas solusi pupuk hayati, mari pahami masalah yang dihadapi petani padi Indonesia:
Tidak semua pupuk hayati cocok untuk padi. Berikut jenis-jenis yang terbukti efektif berdasarkan penelitian:
Azospirillum adalah bakteri penambat nitrogen terbaik untuk tanaman serealia termasuk padi. Bakteri ini hidup berasosiasi dengan akar padi dan mampu menambat 20-40 kg N/ha/musim. Selain itu, Azospirillum menghasilkan hormon auksin yang merangsang pertumbuhan akar.
Hasil Penelitian: Inokulasi Azospirillum pada padi varietas Ciherang meningkatkan hasil gabah 18% dan mengurangi kebutuhan urea 30%.
Azotobacter adalah bakteri penambat nitrogen bebas yang hidup di rizosfer padi. Selain fiksasi nitrogen, bakteri ini menghasilkan vitamin B kompleks dan fitohormon yang merangsang pertumbuhan tanaman.
Pseudomonas memiliki multi fungsi: melarutkan fosfat, menghasilkan siderofor untuk penyerapan besi, dan memproduksi senyawa antibiotik yang menekan patogen. Bakteri ini sangat efektif mencegah penyakit blast dan busuk batang.
Trichoderma adalah jamur antagonis yang efektif mengendalikan berbagai penyakit padi seperti hawar pelepah (sheath blight), busuk batang, dan blast. Jamur ini juga berfungsi sebagai dekomposer jerami.
Hasil Penelitian: Aplikasi Trichoderma pada padi mengurangi intensitas serangan hawar pelepah hingga 65%.
Meskipun padi sawah tergenang air, mikoriza tetap dapat berkolonisasi pada akar dan membantu penyerapan fosfor. Mikoriza sangat bermanfaat pada padi gogo atau padi sawah dengan sistem SRI.
Beauveria adalah jamur entomopatogen yang efektif mengendalikan wereng coklat, wereng hijau, dan penggerek batang padi. Aplikasi Beauveria dapat mengurangi populasi wereng hingga 80%.
Efektivitas pupuk hayati sangat bergantung pada cara dan waktu aplikasi yang tepat. Berikut panduan lengkapnya:
Dosis aplikasi bervariasi tergantung jenis dan konsentrasi produk. Berikut panduan umum untuk produk pupuk hayati dari PT Centra Biotech Indonesia:
Untuk hasil optimal, pupuk hayati sebaiknya diintegrasikan dengan pupuk organik dan pupuk kimia dalam dosis dikurangi. Berikut contoh program pemupukan terpadu per hektar:
Berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan efektivitas pupuk hayati untuk padi:
Aplikasi Beauveria bassiana efektif mengendalikan wereng coklat dan hijau. Semprot pada sore hari dengan dosis 2-3 ml/liter, frekuensi 7-10 hari sekali saat populasi wereng mulai meningkat.
Trichoderma harzianum efektif mencegah blast daun dan leher. Aplikasi preventif dimulai sejak fase vegetatif dengan dosis 3-5 ml/liter setiap 2 minggu.
Pseudomonas fluorescens menghasilkan senyawa antibiotik yang efektif menekan Xanthomonas oryzae penyebab kresek. Aplikasi rutin sejak awal dapat mengurangi serangan hingga 50%.
"Setelah menggunakan pupuk hayati dari Centra Biotech selama 2 musim, hasil panen saya naik dari 5,5 ton menjadi 7 ton per hektar. Biaya pupuk urea berkurang setengah." - Pak Tarno, Petani Padi, Klaten
"Dulu setiap musim pasti kena blast, sekarang hampir tidak ada. Padi lebih sehat dan bulir lebih bernas." - Pak Sugeng, Petani Padi, Sragen
Ya, beberapa jenis pupuk hayati seperti Azospirillum dan Pseudomonas dapat hidup di kondisi anaerob fakultatif. Untuk hasil optimal, aplikasi saat kondisi macak-macak (tidak terlalu tergenang).
Efek mulai terlihat dalam 2-3 minggu, ditandai dengan pertumbuhan akar lebih lebat dan daun lebih hijau. Efek penuh terlihat setelah aplikasi rutin 2-3 kali.
Pupuk hayati adalah solusi tepat untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus menjaga kesehatan tanah sawah. Dengan aplikasi yang benar dan konsisten, petani dapat meningkatkan hasil panen 15-30% dengan penghematan biaya pupuk kimia hingga 50%.
PT Centra Biotech Indonesia menyediakan berbagai pupuk hayati berkualitas untuk padi. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim ahli kami di 0851 8328 4691 atau email centrabioindo@gmail.com.