Pupuk Hayati untuk Cucurbitaceae: Melon dan Semangka
Melon dan semangka adalah komoditas buah bernilai tinggi dari keluarga Cucurbitaceae. Kualitas buah yang ditentukan oleh kemanisan (brix), tekstur, dan penampilan menjadi faktor penentu harga jual. Pupuk hayati berperan penting dalam meningkatkan kualitas sekaligus melindungi dari penyakit layu yang menjadi ancaman utama.
Artikel ini membahas strategi aplikasi pupuk hayati untuk menghasilkan melon dan semangka berkualitas premium dengan produktivitas tinggi.
Tantangan Budidaya Melon dan Semangka
- Layu Fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. melonis/niveum)
- Busuk pangkal batang (Sclerotium, Pythium)
- Embun tepung (powdery mildew)
- Virus CMV dan ZYMV
- Lalat buah (Bactrocera cucurbitae)
- Kemanisan (brix) tidak konsisten
Jenis Pupuk Hayati untuk Melon dan Semangka
1. Trichoderma harzianum & T. viride
Pelindung utama dari penyakit tanah:
- Antagonis Fusarium oxysporum
- Menekan Pythium dan Sclerotium
- Membantu dekomposisi residu tanaman
- Menginduksi ketahanan sistemik
Aplikasi: 50-75 gram per lubang tanam.
2. Mikoriza VAM
Kunci untuk kemanisan dan kualitas buah:
- Meningkatkan serapan P untuk pembungaan optimal
- Memperbaiki serapan K untuk kemanisan (brix)
- Meningkatkan toleransi kekeringan
- Sangat penting untuk Cucurbitaceae
Aplikasi: 50-75 gram per lubang tanam.
3. PGPR Konsorsium
- Azotobacter - nitrogen untuk vegetatif awal
- Pseudomonas - pelarut P dan antagonis ringan
- Bacillus - penghasil hormon pertumbuhan
4. Bacillus subtilis
Perlindungan tambahan:
- Menekan penyakit bakteri
- Membantu cegah busuk buah
- Sebagai biofungisida semprot
Meningkatkan Kemanisan (Brix)
Faktor yang mempengaruhi brix dan peran pupuk hayati:
- Mikoriza meningkatkan serapan K yang penting untuk sintesis gula
- PGPR menghasilkan hormon yang mendukung translokasi fotosintat ke buah
- Tanaman sehat dari perlindungan Trichoderma fotosintesis optimal
- Keseimbangan nutrisi dari pupuk hayati = akumulasi gula maksimal
Target Brix:
- Melon premium: > 14° Brix
- Semangka premium: > 12° Brix
- Dengan pupuk hayati konsisten, target ini achievable
Program Pemupukan
Persiapan Lahan:
- Pupuk kandang 15-20 ton/ha
- Trichoderma 15-20 kg/ha campur pupuk kandang
- Inkubasi 7-14 hari sebelum tanam
Saat Tanam:
- Mikoriza 50-75 gram per lubang
- Trichoderma 30 gram per lubang
- NPK dasar sesuai rekomendasi
Vegetatif (Minggu 2-4):
- PGPR 200 ml per tanaman setiap minggu
- Fokus pertumbuhan sulur dan daun
Pembungaan (Minggu 5-6):
- PGPR lanjutkan
- Tambah K untuk mendukung pembungaan
- Trichoderma semprot cegah embun tepung
Pembesaran Buah (Minggu 7-10):
- Intensifkan K untuk kemanisan
- PGPR fokus zona perakaran
- Kurangi N untuk akumulasi gula
Pematangan (Minggu 10-12):
- Stop pemupukan N
- Kurangi penyiraman untuk konsentrasi gula
- Trichoderma cegah busuk buah
Pengendalian Layu Fusarium
- Rotasi wajib 2-3 tahun dengan non-cucurbitaceae
- Gunakan bibit sehat dari sumber terpercaya
- Trichoderma dosis tinggi di area endemik
- Solarisasi tanah sebelum tanam
- Hindari luka akar saat transplanting
Hasil Penelitian
- IPB (2022): Mikoriza meningkatkan brix melon 2-3 unit
- Balitsa (2021): Trichoderma menurunkan layu Fusarium 50%
- UGM (2020): PGPR meningkatkan hasil semangka 25%
Analisis Ekonomi
- Biaya pupuk hayati: Rp 2.500.000 - Rp 4.000.000/ha
- Peningkatan brix = grade premium = 30-50% harga lebih tinggi
- Peningkatan hasil 3-5 ton/ha
- ROI sangat tinggi pada buah premium
FAQ - Pupuk Hayati untuk Melon dan Semangka
Bagaimana cara meningkatkan brix dengan pupuk hayati?
Mikoriza meningkatkan serapan K yang krusial untuk sintesis dan translokasi gula. Kombinasikan dengan pengurangan N dan air menjelang panen. PGPR sehat menghasilkan hormon yang mendukung akumulasi gula ke buah.
Kesimpulan
Pupuk hayati adalah kunci untuk menghasilkan melon dan semangka berkualitas premium dengan brix tinggi. Kombinasi mikoriza, Trichoderma, dan PGPR memberikan perlindungan dari penyakit sekaligus optimasi kualitas buah.
PT Centra Biotech Indonesia menyediakan pupuk hayati untuk cucurbitaceae. Hubungi 0851 8328 4691 atau email centrabioindo@gmail.com.