
Oleh Author
•3 Januari 2026
Jagung adalah komoditas strategis dengan kebutuhan nasional lebih dari 20 juta ton per tahun. Produktivitas jagung Indonesia rata-rata 5-6 ton per hektar, masih jauh dari potensi 10-12 ton per hektar. Penggunaan pupuk hayati terbukti dapat meningkatkan produktivitas jagung secara signifikan dengan cara yang lebih ramah lingkungan.
Tanaman jagung membutuhkan nitrogen dalam jumlah besar untuk pertumbuhan vegetatif dan pembentukan tongkol. Pupuk hayati penambat nitrogen dapat menyediakan sebagian kebutuhan ini secara alami, mengurangi ketergantungan pada urea yang harganya terus meningkat.
Azospirillum adalah bakteri penambat nitrogen paling efektif untuk tanaman serealia seperti jagung. Bakteri ini dapat menambat 20-40 kg N/ha/musim dan menghasilkan hormon pertumbuhan auksin yang merangsang perakaran.
Penelitian di Brasil menunjukkan inokulasi Azospirillum meningkatkan hasil jagung 15-27%. Di Indonesia, hasil serupa diperoleh pada jagung hibrida di Jawa Timur dengan peningkatan hasil 20-25%.
Azotobacter adalah bakteri penambat nitrogen bebas yang dapat menambat 15-25 kg N/ha. Selain fiksasi nitrogen, Azotobacter menghasilkan vitamin B kompleks, fitohormon, dan antifungi yang meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman.
Bacillus subtilis adalah bakteri PGPR multifungsi yang melarutkan fosfat, menghasilkan fitohormon, dan memiliki aktivitas antagonis terhadap patogen. Bakteri ini sangat efektif untuk jagung yang ditanam di tanah marginal.
Pseudomonas berfungsi sebagai pelarut fosfat sekaligus agen biokontrol. Bakteri ini menghasilkan senyawa antibiotik alami yang efektif menekan berbagai patogen penyebab penyakit pada jagung.
Trichoderma sangat efektif mengendalikan penyakit busuk batang (Fusarium) dan busuk tongkol yang sering menyerang jagung. Jamur ini juga berfungsi sebagai dekomposer sisa tanaman.
Mikoriza sangat penting untuk jagung terutama dalam penyerapan fosfor dan air. Tanaman jagung bermikoriza lebih tahan terhadap cekaman kekeringan dan defisiensi hara.
Metarhizium adalah jamur entomopatogen yang efektif mengendalikan hama tanah seperti uret dan larva kumbang yang menyerang akar jagung.
Seed treatment memastikan mikroba sudah berkoloni di akar sejak awal pertumbuhan.
Metode aplikasi: kocor di sekitar pangkal batang atau semprot daun pada pagi/sore hari.
Aplikasi pupuk hayati pelarut fosfat dan kalium saat fase pembungaan dan pengisian biji untuk memaksimalkan pembentukan tongkol dan bobot biji.
Integrasi pupuk hayati dengan pupuk organik dan kimia dalam dosis yang dioptimalkan:
Bulai (downy mildew) adalah penyakit serius pada jagung yang disebabkan oleh Peronosclerospora maydis. Trichoderma dan Pseudomonas dapat membantu menekan perkembangan patogen ini melalui induksi resistensi sistemik.
Aplikasi preventif: Seed treatment dengan Trichoderma + semprot Pseudomonas setiap 10 hari pada fase vegetatif.
Busuk batang (Fusarium) menyebabkan tanaman rebah dan tongkol tidak optimal. Trichoderma harzianum efektif mengendalikan Fusarium melalui parasitisme dan antibiosis.
Penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis) dapat dikendalikan dengan Metarhizium anisopliae. Aplikasi pada pangkal batang saat larva masih di luar batang.
Uret (larva kumbang) menyerang akar jagung muda. Aplikasi Metarhizium pada tanah saat pengolahan lahan efektif mengurangi populasi uret.
Analisis usahatani jagung dengan pupuk hayati menunjukkan keuntungan signifikan:
"Saya sudah 3 musim pakai pupuk hayati untuk jagung. Hasil naik dari 7 ton jadi 9 ton per hektar. Tanaman lebih sehat, batang kokoh, tongkol besar." - Pak Bambang, Petani Jagung, Blitar
"Dulu sering kena bulai, sekarang sudah tidak. Pupuk urea dikurangi setengah tapi hasil tetap bagus." - Pak Karno, Petani Jagung, Kediri
Ya, pupuk hayati cocok untuk semua varietas baik hibrida maupun lokal. Namun, varietas hibrida umumnya lebih responsif karena potensi hasilnya lebih tinggi.
Waktu terbaik adalah pagi hari (06.00-09.00) atau sore hari (15.00-18.00) untuk menghindari sinar UV yang dapat membunuh mikroba.
Direkomendasikan 4-5 kali: seed treatment, saat tanam, 14 HST, 28 HST, dan 42 HST. Pada kondisi serangan penyakit tinggi, frekuensi bisa ditingkatkan.
Pupuk hayati adalah solusi efektif untuk meningkatkan produktivitas jagung hingga 25% sekaligus mengurangi biaya produksi. Dengan pemilihan jenis yang tepat dan aplikasi yang benar, petani dapat memaksimalkan hasil panen secara berkelanjutan.
PT Centra Biotech Indonesia menyediakan berbagai pupuk hayati berkualitas untuk jagung dengan harga kompetitif. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim ahli kami di 0851 8328 4691 atau email centrabioindo@gmail.com.